Kenapa Harus Pacaran?

by - 9:55:00 PM


Wait, wait, wait... Postingan macam apa, nih? Curhat? Yaa... bisa jadi. Tapi aku cuma ingin menyampaikan pendapatku aja sih, mengenai pacaran. Suatu hal kecil yang sangat lumrah tapi cukup serius juga bagi aku *lebay*.

Jadi gini, kita kenalan dulu, yuk! Halo, nama lengkapku Zahra Salsabila, biasa dikenal Zahra Salsa di sosial media, nama panggilnya Zahra. Umurku 20 tahun, hampir 21 dan belum pernah pacaran sama sekali karena belum pernah ada yang 'nembak' hahaha...

Setiap temanku yang baru kenal aku (belum kenal dari SMP), misalnya teman SMA atau teman kuliah pasti langsung "Ah, masa sih?" "Ah, bohong deh!" "Ah, nggak mungkin!" "Ah, pasti pernah lah sekali tapi nggak anggap itu pacaran soalnya cinta monyet!"

Nope, I'm serious. 

Nggak tahu, ya... apakah cowok-cowok pada takut sama aku? Mungkin aku jutek, galak, tertutup? Bener sih... Kalau ada yang mulai ngedeketin pasti respon aku ya singkat-singkat. Padahal yang namanya anak ABG zaman dulu pasti pada pacaran semua dong ya... Dan aku juga pernah suka kok sama beberapa cowok pada zaman alay itu. Dulu tuh pengen banget ceritanya ngerasain pacaran. Asyik kali, ya? (Biasaa... anak SMP berpikiran sempit.) Apalagi kan zaman itu pasti temen-temen suka ngedorong-dorong untuk pacaran. 

Padahal.... apa penting??

Memasuki masa SMA, rasanya seperti ditarget sebelum umur 17 tahun mesti ngerasain pacaran. Mulai diledekin karena belum pernah pacaran. Terus aku jadi semacam dapet deadline yang akhirnya mengubah diri aku yang sebenarnya (Berani ngedeketin cowok duluan!). Tapi sampai umur 17 lewat, masih belum pernah ada yang nembak aku, tuh. 

Tapi, saat SMA pernah juga terlintas di pikiran aku untuk nggak akan menikah karena aku merasa aku bisa hidup sendiri, lebih baik membiayai diri sendiri dan orangtua ketimbang membiayai hidup keluarga yang dibina. Aku pengen jadi cewek yang independent: punya rumah sendiri, kemana-mana sendiri, nggak ada yang harus dipikirin selain job sendiri. Karena dari dulu aku emang udah terbiasa sendiri dan merasa nyaman dengan kesendirian.


Menurutku, main HP berjam-jam di kamar adalah menyenangkan. 
Menurutku, menjelajah dunia maya dengan laptop sendirian itu mengasyikkan. 
Menurutku, membaca buku seharian itu membahagiakan. 

Sebenernya aku sendiri orangnya nggak suka ngomong, sih. Males aja untuk mengeluarkan kata-kata dari mulut. (Tapi seperti yang udah pernah aku bilang di beberapa postingan sebelum ini, aku jadi kelihatan bawel di Blog dan Instagram.) Jadi emang sebenernya itu salah satu hal yang membuat aku merasa nggak perlu punya teman hidup *caelah kayak judul lagu*. Nanti pasangan aku mau dengerin aku cerita tentang apa? Aku nggak suka cerita. Yang ada nanti aku diem mulu, cuma jawab kalau ditanya. Itupun iya atau nggak doang. 

Aku sebenernya sangat bisa jadi orang yang bawel banget--tapi kalau bertiga atau lebih, kalau cuma berdua, cuma dengan beberapa orang aja yang bisa membuat aku untuk jadi bawel. Dan itu tandanya aku nyaman dengan orang-orang tersebut.

Selain itu, dari beberapa pengalaman orang yang kukenal ataupun berita di tv/berita online, banyak kasus perceraian, perselingkuhan, kekerasan dalam rumah tangga bahkan pacaran yang terjadi. Hal-hal kayak gitu yang membuat aku takut untuk memiliki pasangan. Aku mikir, lebih baik sendiri tapi bahagia daripada berdua tapi tersakiti.

Mungkin sampai masa awal-awal kuliah aku sempat berpikiran nggak akan menikah, tapi kemudian banyak meme bertebaran mengenai 'Capek kuliah, mau langsung nikah aja', semacam itu lah pokoknya. Lalu aku bingung kenapa banyak orang yang mau nikah muda? Bukannya nikah malah memperbanyak problem? Banyak yang harus dipikirin, bukan lagi diri sendiri dan orang tua. Tapi ada suami, anak-anak, biaya hidup.

Mulai dari situ aku juga jadi baca-baca mengenai forum keagamaan yang mana nikah itu kan menyempurnakan agama. Hmm... oke, pikiranku agak berubah haluan nih. Dari yang nggak mau punya pasangan, menjadi nikah nggak apa-apa--asal nggak pacaran.


Yap, walaupun penampilanku masih jauh dari kata syar'i, tapi untuk yang satu ini insya Allah istiqomah sih. Aku nggak mau pacaran. Menurutku pacaran itu buang-buang waktu. Aku nggak suka percakapan 'Lagi ngapain?' 'Udah makan belom?' setiap hari. Aku nggak suka bermanja-manja sama orang lain yang nggak ada hubungan darahnya dengan aku (sama Papa Mama aja aku nggak pernah bermanja-manja). Buang-buang pulsa, buang-buang uang kalau doi ulang tahun atau anniversary, eh terus nanti putus. Ih sayang banget....

Kalau nikah kan, udah terikat dengan halal. Jadi terserah deh tuh, istilahnya mau jungkir balik atau koprol bareng kek, yang penting udah halal. Malah aku baru tahu sekitar setahun dua tahun yang lalu, kalau pasangan yang sudah menikah itu mesra-mesraan, maka akan dapet pahala. Wuih.. norak banget aku! Hahaha...

Tapi....yang namanya manusia hanya bisa berencana, Allah yang menentukan. Mama aku suka nanya-nanya kenapa aku nggak pernah pacaran. Aku sebel karena aku nggak mau pacaran, tapi kata mamaku ta'aruf itu kayak beli kucing dalam karung. Padahal nggak! Udah banyak bukti kok pasangan yang bahagia-bahagia. Tapi ada nggak yaa.. yang mau ta'aruf sama aku yang penampilannya jauh banget dari syar'i ini? Hahahaha.... Soalnya alasan aku mau ta'aruf bukan untuk menjauhi zina sih, tapi lebih ke pacaran itu nggak penting menurutku.


Well, udah lah sesi curhatnya segini aja. Sekarang malah aku happy banget karena belum pernah pacaran. Nanti aku jadi yang pertama buat calon suami aku *kayak udah ada aja -_-*, kalau dianya udah pernah pacaran ya udah nggak papa, yang penting akunya. 

Jadi gimana, menurut kalian pacaran itu penting?



photo sources: www.google.com

You May Also Like

11 komentar

  1. Ah Zahra kemaren di Gloskin event seru kok, ramee juga hihihi.
    Kalau aku, entah, menurutku sih penting ya. Wasting time sih pasti, tapi banyak hal yang dapat dipelajari dari salah satu sesi dalam hidup ini, seperti mengenal karakter orang lebih dalam, belajar untuk lebih sabar dan bertoleransi lebih, belajar menerima seseorang baik kelemahan maupun kelebihannya, belajar untuk melihat segala sesuatu dari perspektif orang lain, dan banyak hal lainnya :)

    Jadi kalo hitung2an sih, menurutku ya ga wasting time, karena dalam pacaran ini aku mendapatkan ilmu baru yang mungkin ga aku dapat dari teori dalam buku, majalah, atau browsing dunia maya.

    Btw, aku suka sekali post kamu hihihi.

    Cindy,
    apriljournals.blogspot.co.id

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaa... dibaca Kak Cindy! Jadi malu hehehehe....

      Iya, aku rame karena banyak orang :D

      Bener juga sih, kalau alasannya untuk lebih mengenal karakter orang dll. seperti yang udah Kak Cindy bilang. Tapi kalau untuk sekarang aku masih belum tertarik :D

      Makasih udah mampir, baca, dan komen Kak.

      Delete
  2. Hai Zahra

    Nice post ini. Aku juga baru sadar setelah nikah ini kalau pacaran tuh enggak penting. Bikin baper dan sakit hati yang tidak perlu; lebih baik mah pacaran setelah nikah. Gak perlu lagi jaim-jaim. Dan memang menikah itu menyempurnakan agama. InsyaAllah kalau kitanya baik pasti juga dapet jodoh yang baik pula. Amin.

    pretty-moody.blogspot.co.id

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe.. aamiin... Makasih atas pendapat dan do'anya, Kak Ratih

      Delete
  3. Halo kak mau ikut berpendapat yah.

    Kalo menurutku penting sih. Ya alasannya buat mengenal seseorang yang mau dijadikan pendamping hidup, kan ga mungkin mau nikah tapi belum kenal secara mendalam dengan orang tersebut, ntar kayak beli kucing dalam karung.

    Tapi bukan prioritas juga sampe gabisa ga pacaran. Mending fokus mewujudkan mimpi sendiri dulu, urusan cinta2an menyusul xD

    kaniarda.blogspot.co.id

    ReplyDelete
    Replies
    1. Setelah baca-baca mengenai ta'aruf aku tertarik banget! Hahahaha....

      Dan kalo orang tuaku jodohin aku, aku malah seneng. Seru aja gitu, daripada pacaran dengan pilihan sendiri yang belum tentu disetujui orang tua. Mendingan pilihan orang tua yang insya Allah baik buat kita. Hahahaha... apa sih (?)

      Terima kasih pendapatnya Kaniaa :D

      Delete
  4. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaa... aku kira aku doang yang nggak pernah pacaran XD

      Itu aku berusaha keras buat bawel hahaha untung berhasil yaa...

      Makasih Kak Uti, komenmu yang panjang sangat kusukai! <3

      Delete
  5. hai zahra .. salut bnget sama kamu. dan kamu harus terus istiqomah ya untuk gak pacaran, karna pacran itu gak ada baiknya, percayalah... apalagi di zaman sekarang. lebih baik focus ke keluarga dan pekerjaan kita saja.

    kita punya sifat yg sama yg gak hobi basa basi ke org hehehe.. yakin aja pasti allah sudah siapkan pasangan yg baik untuk kamu..

    ricafairikha.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin... makasih Kak Rica, atas motivasinya :)

      Delete
  6. benar banget kak, sebenarnya pacaran itu gak penting, aku merasa pacaran gak penting itu di saat memang aku sudah terlanjur terpuruk karena tersakiti.. hiks
    tapi sampai saat ini aku sendiri dan itu juga menyenangkan menurutku, aku juga rasanya lebih menginginkan ta`aruf daripada pacaran deh.. hehe

    ReplyDelete